MATERI BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PARSIAL
Pembelajaran Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Mewujudkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Program Moral Technology (MT) School Tahun 2026
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Umum: meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mendukung pembelajaran mendalam (Deep Learning).
Tujuan Khusus, setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep pembelajaran digital sesuai kebijakan pendidikan terkini.
- Memanfaatkan AI sebagai asisten dalam menyusun perangkat pembelajaran.
- Membuat media pembelajaran digital yang menarik dan interaktif.
- Menyusun asesmen digital menggunakan berbagai platform.
- Mengintegrasikan perangkat digital ke dalam skenario pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Materi Pembelajaran
Sesi 1 — Kebijakan Pembelajaran Digital, Deep Learning, dan AI dalam Pendidikan
Waktu: 08.30 – 09.00 WIB | Pemateri: Drs. Nur Hadiyanto, M.Acc.
1.1 Arah Kebijakan Nasional
Mulai tahun ajaran 2025/2026, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) wajib diterapkan di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, yang merupakan penyempurnaan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 dan terintegrasi dengan Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan serta Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi.
Kementerian menegaskan bahwa kebijakan ini bukan pergantian kurikulum baru. Struktur Kurikulum Merdeka tetap dipakai, namun cara mengajarnya diperdalam agar peserta didik tidak sekadar menghafal, melainkan memahami secara utuh dan mampu menghubungkan antarkonsep dalam konteks yang berbeda-beda. Satu pokok bahasan juga dapat dikaitkan lintas mata pelajaran dan tema kehidupan sehari-hari.
Bersamaan dengan penguatan pembelajaran mendalam, pemerintah juga memperkenalkan mata pelajaran pilihan baru, yaitu Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI), yang diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan satuan pendidikan.
1.2 Memahami Konsep Deep Learning dalam Pendidikan
Penting dipahami bahwa istilah deep learning dalam kebijakan pendidikan Indonesia berbeda maknanya dengan istilah deep learning dalam ranah teknis Artificial Intelligence (jaringan saraf tiruan). Dalam konteks pendidikan, deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan kesadaran (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan kegembiraan (joyful) belajar, melalui pengolahan pikir, hati, rasa, dan raga secara holistik dan terpadu.
Terdapat tiga unsur utama yang menjadi ciri pembelajaran mendalam, yaitu:
- Praktik pedagogis — strategi mengajar yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar autentik, berfokus pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi antarpeserta didik.
- Kemitraan pembelajaran — membangun hubungan dinamis antara guru, murid, orang tua, komunitas, dan mitra profesional, sehingga kendali pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru semata.
- Lingkungan pembelajaran — mengintegrasikan ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar sekolah menjadi satu ekosistem yang mendukung.
1.3 Posisi Teknologi Digital dan AI dalam Pembelajaran Mendalam
Teknologi digital, termasuk AI, berperan sebagai sarana untuk mewujudkan ketiga unsur di atas — bukan sebagai tujuan pembelajaran itu sendiri. AI dapat membantu guru merancang pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, sekaligus membebaskan waktu guru dari pekerjaan administratif yang berulang, agar guru dapat lebih fokus mendampingi peserta didik secara langsung.
- Sumber: Mendikdasmen: Deep Learning Bisa Diterapkan di Lintas Mata Pelajaran, detik.com — https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8023861/mendikdasmen-deep-learning-bisa-diterapkan-di-lintas-mata-pelajaran
- Sumber: Bedah Deep Learning yang Diterapkan Mulai Tahun Ajaran 2025-2026, tempo.co — https://www.tempo.co/politik/bedah-deep-learning-yang-diterapkan-mulai-tahun-ajaran-2025-2026-2049737
- Sumber: Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Menguatkan Arah Kebijakan melalui Pembelajaran Mendalam, GTK Kemdikbud — https://gtk.kemendikdasmen.go.id/news/siaran-pers/c034d26f-83b6-4b4b-926c-b572e665e477
- Sumber: Pemerintah Tak Ganti Kurikulum, Terapkan Deep Learning, Info Pendidikan BIC — https://infopendidikan.bic.id/pemerintah-deep-learning-tanpa-ganti-kurikulum/
- Sumber: Mengenal Deep Learning, Pendekatan Belajar Baru dari Mendikdasmen, Ruangguru — https://www.ruangguru.com/blog/pendekatan-deep-learning
Sesi 2 — Praktik AI untuk Menyusun Bahan Ajar, Tujuan Pembelajaran, LKPD, dan Soal HOTS
Waktu: 09.00 – 09.40 WIB | Pemateri: Erwin Syachputra
2.1 AI sebagai Asisten, Guru sebagai Perancang
Chatbot AI seperti ChatGPT, Google Gemini, atau Claude dapat berfungsi sebagai asisten pribadi guru dalam menyusun draf modul ajar, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga soal berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Prinsip yang harus dipegang guru adalah AI hanya menghasilkan draf awal; guru tetap berperan sebagai verifikator dan validator akhir atas kebenaran isi, kesesuaian konteks kelas, dan ketepatan bahasa.
2.2 Anatomi Prompt yang Efektif
Agar hasil AI relevan dan siap pakai, instruksi (prompt) yang diberikan guru sebaiknya memuat komponen berikut:
- Peran AI — misalnya “bertindak sebagai ahli kurikulum berpengalaman dalam Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam”.
- Konteks pembelajaran — mata pelajaran, kelas/fase, topik, alokasi waktu, dan model pembelajaran yang digunakan.
- Target capaian — Profil Pelajar Pancasila yang disasar dan level kognitif Taksonomi Bloom yang diinginkan (C1–C6).
- Format keluaran — misalnya dalam bentuk tabel, poin-poin terstruktur, atau lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.
2.3 Contoh Rangkaian Prompt Praktis
Contoh prompt menyusun modul ajar:
- “Bertindaklah sebagai ahli kurikulum yang berpengalaman dalam Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam. Buatkan modul ajar untuk mata pelajaran [nama], kelas/fase [isi], topik [isi], alokasi waktu [isi], model pembelajaran [isi], dan Profil Pelajar Pancasila yang disasar [isi]. Modul mencakup tujuan pembelajaran berformat ABCD, pemahaman bermakna, tiga pertanyaan pemantik kontekstual, alur kegiatan pendahuluan–inti–penutup, serta asesmen formatif sederhana.”
Contoh prompt menyusun soal HOTS:
- “Buatkan 10 soal pilihan ganda mata pelajaran [nama] kelas [isi] tentang [topik], dengan variasi level kognitif C4 sampai C6, disertai stimulus berupa kasus atau data kontekstual, kunci jawaban, dan pembahasan singkat.”
Soal HOTS yang baik tidak sekadar menguji hafalan, tetapi memuat stimulus berupa studi kasus, data, atau grafik yang memicu peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta — bukan hanya mengingat dan memahami.
2.4 Catatan Kehati-hatian
- Selalu periksa ulang fakta, angka, dan referensi yang dihasilkan AI sebelum digunakan di kelas.
- Sesuaikan bahasa dan tingkat kesulitan dengan karakteristik peserta didik SD di sekolah masing-masing.
- Gunakan hasil AI sebagai bahan brainstorming dan draf awal, bukan produk akhir yang langsung dipakai tanpa revisi.
- Sumber: Prompt ChatGPT untuk Guru: Contoh Lengkap Membuat Materi, Soal, dan Administrasi Pembelajaran, e-ujian.id — https://e-ujian.id/prompt-chatgpt-untuk-guru/
- Sumber: 30 Prompt AI Terbaik untuk Guru 2026: RPP, Soal, Modul, Feedback, Dea Learning Center — https://www.dealearningcenter.id/prompt-ai-untuk-guru-2026/
- Sumber: Mendesain Soal LOTS dan HOTS Taksonomi Bloom untuk Sumatif Akhir Sekolah, Rifkypraptama — http://rifkypraptama.net/2025/05/22/mendesain-soal-lots-dan-hots-taksonomi-bloom-untuk-sumatif-akhir-sekolah-ai-siap-jadi-asisten-guru/
- Sumber: 10 Prompt ChatGPT Terbaik untuk Guru Membuat Soal HOTS dan Asesmen Rapor, Sripoku/Tribunnews — https://palembang.tribunnews.com/pendidikan/1322498/10-prompt-chatgpt-terbaik-untuk-guru-membuat-soal-hots-dan-asesmen-rapor-kurikulum-merdeka
- Sumber: Cara Cepat Bikin Modul Ajar Guru Pakai ChatGPT, High Tech Teacher Indonesia — https://hightechteacher.id/%F0%9F%9A%80-rahasia-terbongkar-cara-cepat-bikin-modul-ajar-guru-cuma-dalam-hitungan-menit-pakai-chatgpt/
Sesi 3 — Pembuatan Media Pembelajaran Digital Menggunakan Canva AI / Gamma
Waktu: 09.40 – 10.20 WIB | Pemateri: Erwin Syachputra
3.1 Canva for Education — Magic Studio
Canva menyediakan rangkaian fitur berbasis AI yang disebut Magic Studio, dapat diakses gratis oleh akun guru dan sekolah melalui Canva for Education. Fitur-fitur utamanya:
- Magic Design — mengubah teks atau prompt sederhana menjadi desain presentasi, infografis, atau poster pembelajaran secara otomatis, lengkap dengan tata letak dan pemilihan warna yang serasi.
- Magic Write — asisten menulis bertenaga AI untuk membantu brainstorming ide pembelajaran, menyusun draf rencana pembelajaran, dan mengembangkan aktivitas kelas.
- Magic Activities — menghasilkan rekomendasi aktivitas belajar interaktif (misalnya diagram Venn, kerangka berpikir) berdasarkan prompt dan tujuan pembelajaran yang dimasukkan guru.
- Magic Translate — menerjemahkan dokumen, slide, atau infografis ke berbagai bahasa dalam sekali klik, berguna untuk materi lintas bahasa.
- Canva Sheets & Magic Insights — mengelola data nilai dan perkembangan peserta didik secara visual, serta membantu guru menemukan pola cepat dari data kelas.
Dengan Magic Design, waktu pembuatan satu materi visual yang biasanya memakan beberapa jam dapat dipersingkat menjadi hitungan menit, karena AI secara otomatis menangani tata letak, pemilihan ikon, dan konsistensi warna/font (Brand Kit) sekolah.
3.2 Gamma — Presentasi Interaktif Berbasis AI
Gamma adalah aplikasi pembuat presentasi, dokumen, dan halaman web berbasis AI. Guru cukup menempelkan (paste) materi ajar, catatan, atau garis besar kurikulum, dan Gamma akan menyusunnya menjadi presentasi yang sudah didesain lengkap dalam hitungan menit.
- Tampilan berbasis kartu (card-based) yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi materi dengan mengklik bagian yang ingin diperdalam, bukan sekadar menonton slide secara pasif.
- Fitur Edit with AI memudahkan revisi cepat melalui percakapan, tanpa perlu mengatur ulang desain secara manual.
- Dapat menyisipkan elemen interaktif seperti kuis dan jajak pendapat langsung di dalam presentasi untuk mengecek pemahaman peserta didik secara real-time.
- Tersedia paket gratis dengan sejumlah kredit AI yang cukup untuk kebutuhan guru secara individu; dapat diakses langsung dari peramban, termasuk di Chromebook, tanpa instalasi.
3.3 Rekomendasi Praktik di Kelas
- Gunakan Canva Magic Design untuk membuat infografis, poster, atau LKPD bergambar yang menarik secara visual.
- Gunakan Gamma saat membutuhkan presentasi materi yang terstruktur dan siap tayang dalam waktu singkat, terutama untuk pembukaan atau penguatan konsep.
- Selalu tinjau ulang hasil AI — sesuaikan istilah, gambar, dan tingkat kesulitan bahasa dengan usia peserta didik SD.
- Sumber: AI untuk Guru: Buat Materi Ajar dengan AI, Canva — https://www.canva.com/ai-for-teachers/
- Sumber: Yang Baru di Canva Pendidikan: Dibuat Bersama Guru, Canva Newsroom — https://www.canva.com/newsroom/news/canva-create-2025-education/
- Sumber: Fitur-fitur AI dalam Canva untuk Pendidikan, REFO Indonesia — https://www.refoindonesia.com/en/fitur-fitur-ai-dalam-canva-untuk-pendidikan-2/
- Sumber: Best AI Presentation Tools for Educators, Gamma.app — https://gamma.app/explore/content/guides/best-ai-presentation-tools-for-educators
- Sumber: AI for Teachers | Create Engaging Lessons & Materials, Gamma.app — https://gamma.app/solutions/educators
Sesi 4 — Penyusunan Asesmen Digital Menggunakan Quizizz, Wordwall, atau Google Form
Waktu: 10.20 – 11.00 WIB | Pemateri: Erwin Syachputra
4.1 Google Form
Google Form merupakan alat asesmen digital paling dasar dan mudah diakses karena terintegrasi dengan akun Google (Gmail) yang telah disiapkan peserta. Fitur unggulannya mencakup penilaian otomatis, pengacakan soal (shuffle), berbagai tipe pertanyaan, serta integrasi dengan Google Sheets untuk analisis hasil belajar secara otomatis. Google Form cocok digunakan untuk asesmen formatif dan sumatif yang terstruktur.
4.2 Quizizz
Quizizz adalah platform kuis berbasis permainan (game-based) yang dapat dikerjakan siswa secara langsung di kelas maupun sebagai tugas mandiri di rumah, dengan pengaturan waktu per soal. Setelah peserta didik selesai mengerjakan, hasil dan analisis capaian langsung tersedia, sehingga membantu guru memahami capaian belajar tanpa harus memeriksa satu per satu. Quizizz kini juga dilengkapi fitur AI quiz generator yang dapat menyusun kumpulan soal secara otomatis dari topik yang diberikan guru.
4.3 Wordwall
Wordwall adalah aplikasi berbasis web untuk membuat media pembelajaran interaktif dengan lebih dari 18 templat permainan gratis, seperti mencocokkan pasangan, roda keberuntungan, acak kata, dan anagram. Wordwall lebih fleksibel digunakan sebagai kuis maupun sebagai ice breaking untuk mencairkan suasana kelas, dan sangat efektif digunakan pada tahap eksplorasi konsep sebelum masuk ke asesmen yang lebih formal.
4.4 Memilih Alat Sesuai Tahap Pembelajaran
- Tahap eksplorasi/pembukaan — gunakan Wordwall untuk memperkuat pemahaman konsep melalui permainan interaktif.
- Tahap penguatan/latihan — gunakan Quizizz untuk kuis kompetitif dengan analisis capaian otomatis.
- Tahap penilaian formal/refleksi akhir — gunakan Google Form untuk asesmen terstruktur yang hasilnya dapat diarsipkan dan dianalisis lebih lanjut.
- Sumber: 9 Aplikasi Kuis Online Gratis untuk Pembelajaran, XL — https://www.xl.co.id/blog/aplikasi-kuis-online
- Sumber: Perbandingan Quizizz, Kahoot, dan Wordwall, Dea Learning Center — https://www.dealearningcenter.id/perbandingan-quizizz-kahoot-dan-wordwall/
- Sumber: Membuat Quiz Online Interaktif Menggunakan Google Form dan Wordwall, Universitas Komputama — https://stmikkomputama.ac.id/membuat-quiz-online-interaktif-menggunakan-google-form-dan-wordwall/
- Sumber: 5 Aplikasi Pembuat Kuis Edukasi untuk Pembelajaran, Guruinovatif.id — https://guruinovatif.id/@redaksiguruinovatif/5-aplikasi-pembuat-kuis-edukasi-untuk-pembelajaran
- Sumber: 10 Platform Latihan Soal dan Ujian Online untuk Sekolah, Tiga Serangkai — https://www.tigaserangkai.com/10-platform-latihan-soal-dan-ujian-online-untuk-sekolah/
Sesi 5 — Integrasi Media Digital ke dalam Skenario Pembelajaran
Waktu: 11.00 – 11.40 WIB | Pemateri: Erwin Syachputra
5.1 Prinsip Integrasi
Media dan AI yang telah dibuat pada sesi-sesi sebelumnya perlu dirangkai menjadi satu skenario pembelajaran yang utuh, selaras dengan tiga unsur pembelajaran mendalam yang dibahas pada Sesi 1: praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, dan lingkungan pembelajaran (fisik, virtual, dan budaya belajar).
5.2 Contoh Alur Skenario Pembelajaran Berbasis Digital
- Pembukaan — Wordwall/kuis interaktif singkat untuk mengaktifkan pengetahuan awal peserta didik.
- Penyampaian konsep — presentasi hasil Gamma/Canva sebagai pemantik diskusi dan pertanyaan bermakna.
- Eksplorasi/kerja kelompok — LKPD digital hasil AI dikerjakan berkelompok, mendorong kolaborasi dan berpikir kritis (bernalar kritis).
- Refleksi & unjuk hasil — peserta didik mempresentasikan hasil kerja, dikaitkan dengan konteks budaya/sosial sehari-hari.
- Asesmen — Quizizz atau Google Form untuk mengukur capaian pembelajaran sekaligus umpan balik bagi guru.
5.3 Hal yang Perlu Diperhatikan Guru
- Pastikan setiap penggunaan media digital memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, bukan sekadar variasi teknologi.
- Perhatikan kesiapan infrastruktur sekolah (jaringan internet, perangkat) dan siapkan alternatif luring bila diperlukan.
- Jaga keseimbangan antara interaksi digital dan interaksi tatap muka antarpeserta didik dan guru.
- Sumber: Bedah Deep Learning yang Diterapkan Mulai Tahun Ajaran 2025-2026, tempo.co — https://www.tempo.co/politik/bedah-deep-learning-yang-diterapkan-mulai-tahun-ajaran-2025-2026-2049737
- Sumber: Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam Dikdasmen 2025, YunandraCenter — https://yunandracenter.com/kemendikdasmen-merilis-naskah-akademik-pembelajaran-mendalam-atau-deep-learning/
Sesi 6 — Refleksi
Waktu: 11.40 – 12.00 WIB | Pemateri: Erwin Syachputra
Sesi penutup diarahkan agar setiap peserta meninjau kembali seluruh produk yang telah dihasilkan sepanjang kegiatan, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut penerapannya di sekolah masing-masing. Pertanyaan pemandu refleksi yang dapat digunakan:
- Bagian mana dari pembelajaran berbasis AI hari ini yang paling relevan dengan kondisi kelas Bapak/Ibu?
- Tantangan apa yang mungkin dihadapi saat menerapkan media digital ini di sekolah, dan bagaimana mengatasinya?
- Materi/produk apa yang akan langsung diterapkan pada pertemuan kelas berikutnya?
Output yang Dibawa Pulang Peserta
- Modul ajar sederhana berbantuan AI.
- LKPD digital.
- Media pembelajaran interaktif (Canva/Gamma).
- Kuis digital (Quizizz/Wordwall).
- Google Form asesmen.
- Satu skenario pembelajaran berbasis digital yang siap diterapkan di kelas.
- Kumpulan prompt AI yang dapat digunakan kembali untuk keperluan mengajar selanjutnya.
Penutup
Bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence secara bijaksana, untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional mengenai pembelajaran mendalam (deep learning).